Kasat Data
1 min read80

Menjadikan Desa Hub Ekonomi Baru: Strategi Segar Kemenkop Dorong Kopdes Kembangkan Produk Unggulan Daerah

Langkah terobosan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam membangkitkan denyut ekonomi pedesaan terus bergulir. Lewat penguatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai hub olah produk lokal, Pemerintah memastikan hasil bumi warga tidak lagi dijual murah dalam bentuk mentah, melainkan diolah secara mandiri dengan kepastian regulasi yang makin kuat lewat Peraturan Presiden (Perpres).

O

OP Admin

Published in Kasat Data

Loading...
Menjadikan Desa Hub Ekonomi Baru: Strategi Segar Kemenkop Dorong Kopdes Kembangkan Produk Unggulan Daerah

JAKARTA — Komitmen Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk menyulap potensi pedesaan menjadi kekuatan ekonomi kelas satu kian terbukti nyata. Melalui revitalisasi peran Koperasi Desa (Kopdes), para pelaku usaha dan petani lokal didorong untuk mengolah langsung hasil produksinya di desa, sehingga nilai tambah ekonomi terkonsentrasi untuk kesejahteraan warga lokal.

Menyerap Hasil Bumi, Membuka Akses Pasar Lebih Luas

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan keberadaan koperasi di tingkat desa memegang peran kunci dalam menampung serta mengagregasi komoditas lokal secara terorganisir. Pola ini menjamin seluruh hasil karya masyarakat terserap dengan harga adil, sekaligus dipersiapkan untuk memenuhi standar mutu industri nasional.

"Begitu aturan Presiden ini terbit, tidak ada lagi tumpang tindih dengan peraturan Menteri. Semua akan jelas diatur dalam Perpres itu," kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Harmonisasi Aturan Buat Tata Kelola Koperasi Makin Lincah

Guna mendukung akselerasi usaha warga di tingkat tapak, Pemerintah memangkas potensi kendala birokrasi melalui payung hukum yang lebih ringkas dan terintegrasi. Peraturan Presiden (Perpres) yang tengah disiapkan bakal menjadi landasan tunggal bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menghapus tumpang tindih regulasi antar-kementerian, serta mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin profesional dan transparan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles