
Survei tersebut mengangkat tema "Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi". Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, survei juga memotret persepsi masyarakat mengenai arah pemerintahan, kondisi ekonomi, serta implementasi sejumlah program prioritas pemerintah.
Mayoritas Publik Masih Menyatakan Puas
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo masih berada pada level mayoritas meskipun pemerintah menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak terhadap kondisi dalam negeri.
Menurut hasil survei, sebanyak 64,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden. Angka tersebut merupakan gabungan dari 57,9 persen responden yang menyatakan cukup puas dan 7,9 persen yang menyatakan sangat puas. Sementara itu, 33,2 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja Presiden.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa lebih dari enam dari sepuluh responden masih memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Dibanding Survei Sebelumnya, Terjadi Penurunan Tipis
Meski mayoritas masyarakat masih menyatakan puas, Puspoll mencatat adanya penurunan dibandingkan survei sebelumnya.
Dalam survei yang dilakukan pada Agustus 2025, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo tercatat sebesar 67,7 persen. Pada survei terbaru, angkanya menjadi 64,8 persen, atau turun sekitar 2,9 poin persentase.
Menurut Chamad Hojin, penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang masih memengaruhi daya beli masyarakat, situasi geopolitik internasional, serta berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah.
Meski demikian, tingkat kepuasan yang masih berada di atas 60 persen menunjukkan bahwa legitimasi publik terhadap pemerintahan tetap berada pada kategori mayoritas.
Survei Libatkan 2.400 Responden
Survei Puspoll Indonesia dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026 dengan melibatkan 2.400 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode probability sampling dengan teknik multistage random sampling, yaitu pemilihan responden secara bertingkat dan acak.
Dalam prosesnya, Puspoll memperhatikan keseimbangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan (urban-rural), serta proporsi jumlah pemilih di setiap provinsi agar hasil survei dapat merepresentasikan kondisi masyarakat Indonesia secara nasional.
Margin of Error ±2 Persen
Dengan jumlah responden sebanyak 2.400 orang, survei memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Margin of error tersebut menunjukkan bahwa hasil survei memiliki tingkat akurasi statistik yang relatif tinggi dalam menggambarkan opini publik pada saat pengambilan data.
Selain itu, wawancara dilakukan secara langsung (face-to-face interview) menggunakan kuesioner terstruktur untuk memperoleh jawaban yang lebih akurat dari responden.
Ekonomi Masih Menjadi Perhatian Masyarakat
Dalam pemaparannya, Chamad Hojin juga mengungkapkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi perhatian utama masyarakat.
Menurutnya, meskipun tingkat kepuasan terhadap Presiden masih tergolong tinggi, pemerintah tetap perlu menjawab berbagai keresahan masyarakat melalui kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari.
"Pemerintah belum mengalami krisis legitimasi karena kepuasan terhadap Presiden masih mayoritas. Tetapi masyarakat berharap kondisi akan segera membaik," ujar Chamad.
Puspoll menilai bahwa persepsi publik terhadap pemerintah tidak hanya dipengaruhi oleh komunikasi politik, tetapi juga oleh hasil konkret dari berbagai kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sejumlah Program Pemerintah Mendapat Apresiasi
Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, survei Puspoll juga mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap sejumlah program prioritas pemerintah.
Beberapa program memperoleh tingkat apresiasi yang relatif tinggi dari responden. Di antaranya adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencatat tingkat kepuasan 81,8 persen, serta Program Sekolah Rakyat dengan tingkat kepuasan 68,5 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian program pemerintah telah mendapatkan respons positif dari masyarakat, meskipun masih terdapat sejumlah bidang yang dinilai memerlukan penyempurnaan.
Survei Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Survei opini publik seperti yang dilakukan Puspoll Indonesia menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Selain menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat, hasil survei juga dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan serta menentukan prioritas perbaikan di masa mendatang.
Dengan metodologi berbasis probability sampling, jumlah responden yang besar, dan margin of error yang rendah, hasil survei ini memberikan gambaran mengenai bagaimana masyarakat menilai kinerja Presiden Prabowo menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Meski terjadi penurunan dibandingkan survei sebelumnya, mayoritas responden masih menyatakan puas terhadap kinerja Presiden di tengah berbagai tantangan ekonomi dan global yang dihadapi Indonesia.
.png)












