
Pemulihan Ekonomi Harus Menjadi Prioritas Nasional
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi nasional harus menjadi agenda utama pemerintah.
Ketua Umum PP GMKI 2025–2027, Prima Surbakti, menegaskan bahwa tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, dan tekanan terhadap pasar keuangan internasional berpotensi memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil tidak hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Pemulihan ekonomi harus dirasakan oleh rakyat. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Prima.
Daya Beli Rakyat dan Stabilitas Harga Harus Dijaga
GMKI menilai bahwa salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi global dapat berdampak langsung terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan, termasuk petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat distribusi pangan, menjaga stabilitas harga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau.
Menurut GMKI, stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus mencegah meningkatnya beban hidup masyarakat.
Lapangan Kerja dan UMKM Menjadi Kunci Pemulihan
Selain menjaga harga kebutuhan pokok, GMKI juga menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Organisasi tersebut menilai UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang harus terus mendapatkan dukungan melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan perluasan pasar.
Di sisi lain, generasi muda membutuhkan peluang kerja yang lebih luas agar mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
GMKI berpandangan bahwa keberhasilan pemulihan ekonomi harus diukur dari meningkatnya kesempatan kerja dan bertumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Jaga Stabilitas Nasional di Tengah Situasi Global yang Tidak Menentu
Selain persoalan ekonomi, GMKI menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan global.
Menurut Prima Surbakti, Indonesia membutuhkan suasana yang aman, damai, dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat ataupun memperuncing konflik sosial dan politik.
“Bangsa ini membutuhkan persatuan. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, stabilitas nasional adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
GMKI mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elite politik untuk menjaga semangat kebangsaan dan mengutamakan kepentingan nasional.
Lima Agenda yang Didorong GMKI
Sebagai bagian dari komitmen moral terhadap pembangunan bangsa, GMKI menyampaikan lima agenda utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah:
Mempercepat pemulihan ekonomi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat distribusi pangan.
Memperluas lapangan kerja dan memperkuat perlindungan UMKM.
Menjaga stabilitas nilai tukar dan iklim investasi yang sehat.
Memperkuat persatuan nasional serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut GMKI, kelima agenda tersebut merupakan fondasi penting untuk menjaga ketahanan bangsa dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
GMKI Siap Mengawal Kepentingan Rakyat
Sebagai organisasi kader dan gerakan mahasiswa, GMKI menegaskan akan terus menjalankan peran sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah.
GMKI berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan rakyat serta mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.
Bagi GMKI, pemulihan ekonomi dan stabilitas nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa.
Kesimpulan
GMKI menilai bahwa pemulihan ekonomi dan stabilitas nasional harus menjadi dua agenda yang berjalan beriringan di tengah ketidakpastian global. Pemerintah didorong untuk memperkuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat melalui pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta menjaga keamanan dan persatuan nasional.
Dengan ekonomi yang pulih dan stabilitas yang terjaga, Indonesia dinilai akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global sekaligus melanjutkan pembangunan menuju kesejahteraan yang lebih merata.
.png)












