Kasat Data
3 min read630

30 Persen Peserta Program Magang Nasional Langsung Direkrut Perusahaan, Pemerintah Perluas Kuota Jadi 150 Ribu Fresh Graduate

JAKARTA – Program Magang Nasional yang dijalankan pemerintah menunjukkan hasil awal yang positif dalam membantu lulusan baru memasuki dunia kerja. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan angkatan pertama, 30 persen peserta langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan program magang, menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengalaman kerja mampu meningkatkan peluang kerja bagi para fresh graduate.

O

OP Admin

Published in Kasat Data

Loading...
30 Persen Peserta Program Magang Nasional Langsung Direkrut Perusahaan, Pemerintah Perluas Kuota Jadi 150 Ribu Fresh Graduate

Perluasan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pengalaman kerja langsung di perusahaan, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga peluang memperoleh pekerjaan setelah lulus menjadi semakin besar.

Menjawab Tantangan Kesenjangan Kompetensi

Salah satu persoalan yang selama ini dihadapi pasar tenaga kerja Indonesia adalah ketidaksesuaian kompetensi (skills mismatch) antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan perusahaan.

Banyak lulusan baru memiliki kemampuan akademik yang memadai, namun belum memiliki pengalaman kerja maupun keterampilan praktis yang menjadi kebutuhan utama dunia industri.

Program Magang Nasional dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan learning by doing, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar sekaligus bekerja langsung di lingkungan profesional.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memahami budaya kerja, standar operasional perusahaan, komunikasi profesional, hingga penyelesaian masalah di tempat kerja.

Angkatan Pertama Tunjukkan Tingkat Penyerapan yang Positif

Program Magang Nasional yang dilaksanakan pada tahun 2025 diikuti sekitar 100.000 fresh graduate dari berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan sekitar 30 persen peserta langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kerja yang diperoleh selama program menjadi nilai tambah bagi peserta saat memasuki proses rekrutmen perusahaan. Selain peserta yang langsung direkrut, lulusan program lainnya juga memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan karena telah memiliki pengalaman profesional yang relevan. Informasi tersebut disampaikan Teddy saat peluncuran Program Magang Nasional Angkatan II. (news.detik.com)

Kuota Naik 50 Persen pada 2026

Melihat hasil positif angkatan pertama, pemerintah memutuskan meningkatkan kapasitas Program Magang Nasional menjadi 150.000 peserta pada tahun 2026.

Penambahan kuota tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses lulusan baru terhadap pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan lebih banyak perusahaan mitra dari berbagai sektor usaha sehingga peserta memiliki pilihan bidang magang yang lebih beragam.

Didampingi Mentor Profesional

Selama mengikuti program, setiap peserta akan memperoleh pendampingan langsung dari mentor profesional yang berasal dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Mentor bertugas membimbing peserta dalam memahami proses kerja, meningkatkan kompetensi teknis, membangun kemampuan komunikasi, memperkuat etos kerja, hingga memberikan evaluasi terhadap perkembangan peserta selama program berlangsung.

Sistem pendampingan tersebut diharapkan mempercepat proses adaptasi lulusan baru terhadap dunia kerja sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi mereka.

Program Semakin Inklusif

Pemerintah juga menegaskan bahwa Program Magang Nasional Angkatan II dirancang agar semakin inklusif.

Selain diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi secara umum, kesempatan mengikuti program juga dibuka bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja yang setara sekaligus mendorong dunia usaha untuk membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Peserta Mendapat Uang Saku Mengacu UMK

Selain memperoleh pengalaman kerja dan pendampingan profesional, peserta Program Magang Nasional juga menerima uang saku atau upah selama mengikuti program.

Besarannya mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan perusahaan sehingga nominal yang diterima berbeda-beda di setiap daerah. Secara umum, kisaran upah berada pada rentang sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, bergantung pada wilayah dan perusahaan tempat peserta ditempatkan.

Skema tersebut diharapkan memberikan dukungan finansial kepada peserta sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama mengikuti program.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Program Magang Nasional merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Melalui pengalaman kerja langsung, pendampingan mentor profesional, serta keterlibatan perusahaan dalam proses pembelajaran, lulusan baru diharapkan mampu memasuki pasar kerja dengan kompetensi yang lebih sesuai.

Dengan peningkatan kuota menjadi 150.000 peserta, tingkat penyerapan kerja yang positif pada angkatan pertama, serta perluasan akses bagi penyandang disabilitas, Program Magang Nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kualitas SDM Indonesia dan meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di masa depan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles