
Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya dipandang sebagai proyek kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah ingin menjadikannya bagian dari pembangunan ekosistem industri yang mampu mengintegrasikan perusahaan swasta, BUMN, akademisi, dan peneliti melalui konsep Indonesia Incorporated.
Prabowo Tekankan Penguasaan Sains dan Teknologi
Dalam peresmian tersebut, Prabowo menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa di era modern tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.
Menurut Presiden, kemampuan menguasai sains dan teknologi menjadi salah satu kunci agar kekayaan nasional dapat diolah dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, pengembangan kendaraan listrik nasional diarahkan bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga membangun kemampuan teknologi dan manufaktur yang dapat dikembangkan di dalam negeri.
Bukan Sekadar Tempel Merek
Prabowo juga menyoroti pentingnya keberadaan lini produksi manufaktur nyata di Indonesia.
Presiden menginginkan perusahaan nasional memiliki kemampuan produksi sendiri, bukan hanya menggunakan merek lokal pada produk yang sepenuhnya dibuat pihak lain.
Penggunaan merek eksternal masih dapat dimaklumi pada tahap awal pengembangan bisnis. Namun, dalam jangka panjang, kemampuan manufaktur mandiri dinilai harus terus ditingkatkan.
Pesan tersebut memperlihatkan arah pemerintah untuk mendorong industri nasional naik kelas dari sekadar pengguna teknologi menjadi pihak yang semakin mampu menguasai proses produksi.
Indonesia Incorporated Jadi Kekuatan Bersama
Pengembangan Molinas mengusung konsep Indonesia Incorporated, yang mengintegrasikan berbagai kekuatan nasional.
Perusahaan swasta, BUMN, akademisi, dan peneliti diharapkan dapat bekerja bersama membangun ekosistem industri kendaraan listrik.
Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan seluruh pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun pelaku usaha dengan skala yang lebih kecil, untuk menghadapi persaingan industri global.
Kendaraan Listrik Didorong untuk Kurangi Ketergantungan Energi
Pengembangan kendaraan listrik juga dikaitkan dengan agenda ketahanan energi nasional.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri. Menurut Presiden, Indonesia memiliki kapasitas dan sumber daya yang besar sehingga tidak seharusnya terlalu bergantung pada pihak eksternal.
Penggunaan motor, mobil, bus, hingga traktor berbasis listrik didorong sebagai bagian dari perubahan penggunaan energi dalam aktivitas sehari-hari.
Potensi Tekan Pengeluaran Energi
Peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik juga dinilai memiliki potensi ekonomi.
Dalam peresmian tersebut, Prabowo menyebut pengeluaran Indonesia untuk kebutuhan impor BBM berada di kisaran US$28–30 miliar per tahun.
Karena itu, semakin banyak peralatan transportasi yang menggunakan listrik sebagai sumber energi utama diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Produksi Motor Listrik Ditargetkan Tembus 2 Juta Unit
Presiden juga memberikan tantangan kepada kelompok usaha Indika yang saat ini telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik.
Prabowo mendorong peningkatan produksi hingga 200.000 unit, kemudian berkembang menuju 2 juta unit.
Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin industri motor listrik berkembang dalam skala besar. Peningkatan kapasitas produksi juga berpotensi memperluas ekosistem industri pendukung, termasuk komponen, tenaga kerja, teknologi, dan infrastruktur.
Danantara Didorong Mendukung Ekosistem Industri
Untuk mempercepat pembangunan industri kendaraan listrik, Presiden juga mengharapkan dukungan dari lembaga keuangan swasta maupun BUMN, termasuk Danantara.
Dukungan pembiayaan dan investasi diperlukan untuk memperkuat infrastruktur serta kapasitas industri kendaraan listrik nasional.
Mobil Listrik Nasional Ditargetkan Produksi Massal 2028
Agenda kendaraan listrik nasional tidak berhenti pada sepeda motor.
Pemerintah bersama pelaku usaha juga tengah menyiapkan kawasan khusus pengembangan mobil listrik nasional. Produksi massal ditargetkan dapat dimulai paling lambat pada 2028.
Target tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik dirancang untuk mencakup ekosistem yang lebih luas, mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat.
Langkah Menuju Industri Nasional yang Lebih Mandiri
Peresmian Molinas menjadi momentum untuk memperkuat arah industrialisasi berbasis teknologi di Indonesia.
Pemerintah tidak hanya mendorong pertumbuhan kendaraan listrik sebagai produk, tetapi juga berupaya membangun kemampuan manufaktur, penguasaan teknologi, investasi, dan energi secara bersamaan.
Dengan konsep Indonesia Incorporated dan peningkatan kapasitas produksi, motor listrik nasional diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi Indonesia untuk memperkuat industri bernilai tambah tinggi.
Pada akhirnya, langkah ini menegaskan ambisi pemerintah untuk membawa Indonesia dari sekadar pasar kendaraan listrik menjadi negara yang mampu mengembangkan teknologi dan memproduksinya sendiri.
.png)








