Kasat Data
•2 min read•752

Perkuat Peran Indonesia di KTT BRICS ke-18, Presiden Prabowo Suarakan Perdagangan Inklusif dan LCS

NEW DELHI — Presiden Prabowo Subianto membawa agenda ekonomi dan perdagangan strategis Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada 12–13 September 2026. Keikutsertaan Presiden secara langsung mempertegas komitmen Indonesia sebagai anggota penuh dalam mengoptimalkan forum multilateral bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

O

OP Admin

Published in Kasat Data

Loading...
Perkuat Peran Indonesia di KTT BRICS ke-18, Presiden Prabowo Suarakan Perdagangan Inklusif dan LCS

Mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di bawah keketuaan India, forum ini dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong sistem perdagangan internasional yang terbuka, transparan, dan berkeadilan.

Usung Reformasi WTO, IMF, dan Bank Dunia

Dalam dua sesi utama pertemuan, Indonesia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif negara berkembang dalam arsitektur ekonomi dunia. Presiden Prabowo menyuarakan urgensi reformasi pada lembaga-lembaga ekonomi internasional seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia.

Langkah reformasi ini dinilai penting agar arsitektur keuangan dan perdagangan global semakin inklusif, seimbang, serta mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan negara-negara berkembang.

Dorong Local Currency Settlement dan Ketahanan Rantai Pasok

Sektor keuangan dan perdagangan internasional menjadi fokus utama diplomasi Indonesia. Salah satu isu kunci yang dibahas adalah percepatan implementasi Local Currency Settlement (LCS) atau transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara anggota dan mitra BRICS. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi bilateral sekaligus memperkuat stabilitas keuangan kawasan.

Selain itu, Indonesia menaruh perhatian besar pada ketahanan rantai pasok global. Stabilitas rantai pasok dipandang krusial karena berimbas langsung pada sektor industri, energi, ketahanan pangan, hingga percepatan teknologi digital di dalam negeri.

Pendampingan Jajaran Kabinet Merah Putih

Dalam menghadiri KTT BRICS ke-18, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi tingkat tinggi Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran jajaran menteri ini menandai pendekatan komprehensif pemerintah Indonesia untuk menggaet investasi, memperluas akses pasar ekspor, serta membangun kemitraan strategis lintas sektor.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles